Published December 19, 2012 by Novita Sari Putri Piliang

RUANG LINGKUP ANGGARAN

  1. PENGERTIAN ANGGARAN

Anggaran (budget) ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan perusahaan, dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang. (Munandar, 1986)

Unsur yang melekat pada budget:

  1. Rencana

Recana merupakan penentuan terlebih dahulu tentang aktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan diwaktu yang akan datang dengan spesifikasi khusus, misalnya disusun secara sistematis mencakup seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit (satuan) moneter.

Beberapa alasan diperlukannya “rencana” bagi perusahaan:

  • adanya ketidakpastian di masa yang akan datang
  • banyaknya alternatif di masa yang akan datang.
  • rencana merupakan pedoman kerja perusahaan
  • rencaa sebagai alat koordinasi kegiatan dari seluruh bagian yang ada di perusahaan.
  • rencana sebagai alat pengawasan (control) terhadap pelaksanaan.
  1. Meliputi seluruh kegiatan perusahaan

Unsur ini bermakna bahwa budget mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian yang ada dalam perusahaan, (pemasaran, produksi, pembelanjaan, administrasi dan kegiatan yang berkaitan dengan sumberdaya manusia).

  1. Dinyatakan dalan unit (satuan) moneter

Budget dinyatakan dalam satuan moneter yang dapat diterapkan pada berbagai kegiatan perusahaan yang beraneka ragam, yakni satuan ”rupiah”, mengingat satuan dari berbagai kegiatan pada dasarnya berbeda misalnya: untuk bahan mentah kilogram, tenaga kerja jam kerja per minggu dst.

  1. Jangka waktu tertentu yang akan datang.

Unsur ini menyatakan bahwa budget berlaku untuk masa datang, hal ini berarti bahwa apa yang dimuat dalam budget adalah taksiran –taksitan (forecast) tentang apa yang akan terjadi serta apa yang akan dilakukan di waktu yang akan datang.

Berkaitan dengan jangka waktu, budget dikenal dengan :

  • budget strategis

budget yang berlaku untuk jangka panjang/lebih dari 1 periode akuntansi/ 1 tahun.

  • budget Taktis

budget yang berlaku untuk jangka pendek. Budget yang disusun untuk 1 periode akuntansi (setahun penuh) dinamakan budget Periodik (periodikal budget), sedangkan budget yang disusun untuk jangka waktu kurang dari satu periode akuntansi misalnya jangka tiga bulanan, danse bagainya disebut sebagai budget bertahap (continous budget).

Faktor yang memengaruhi ketepatan penentuan jangka waktu berlakunya budget adalah:

  • Luas pasar
  • Posisi perusahaan dalam persaingan
  • Jenis Produk yang dihasilkan (elastis dan in-elastis, umur selera konsumen)
  • Tersedianya data dan informasi (berkatan dengan keakuraan budget).
  • Keadaan perekonomian pada umumnya. (kasus krisis moneter).

 

 

  1. 2.      PENGERTIAN PENGANGGARAN

Penganggaran (budgeting) adalah suatu proses perencanaan dan pengendalian keuangan kegiatan operasi perusahaan yang dinyatakan dalam satuan kegiatan dan satuan uang yang bertujuan untuk memproyeksikan operasi perusahaan tersebut dalam proyeksi laporan keuangan (laporan Rugi Laba, Neraca, Perubahan Modal) dan aliran kas.

Proses kegiatan yang tercakup dalam budgeting untuk menyusun budget antara lain :

(1)   Pengumpulan data dan informasi

(2)   Pengolahan dan penganalisaan data dan informasi tersebut

(3)   Menyusun Budget dan menyajikan secara teratur

(4)   Pengkoordinasian pelaksanaan budget

(5)   Pengumpulan data dan informasi untuk keperluan pengawasan

(6)   Pengolahan dan penganalisaan data tersebut untuk mengadakan interpretasi.

 

  1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYUSUNAN ANGGARAN

 

  1. Faktor intern (dari dalam perusahaan) / controllable factor
  • Penjualan tahun lalu
  • Kebijakan perusahaan (mis. Kebijakan harga jual, kebijakan syarat-syarat penjualan, kebijakan saluran distribusi)
  • Kapasitas produksi dalam perusahaan
  • Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan
  • Modal kerja yang dimiliki perusahaan
  • Fasilitas-fasilitas lainnya yang dimiliki perusahaan
  1. Faktor eksternal (dari luar perusahaan) / uncontrollable factor
  • Persaingan
  • Tingkat pertumbuhan penduduk
  • Tingkat pendapatan masyarakat
  • Tingkat pendidikan masyarakat
  • Tingkat penyebaran penduduk
  • Agama, adat istiadat yang ada di masyyarakat
  • Kebijakan pemerintah, politik, ekonomi, sosial budaya
  • Keadaan ekonomi Nasional dan Internasional

 

  1. HUBUNGAN BUDGET DENGAN MANAJEMEN

Secara sederhana, manajemen diartikan sebagai suatu ilmu dan seni untuk mengadakan perencanaan (planning), mengadakan pengorganisasian (organizing), mengadakan pengarahan dan pembimbingan (directing), mengadakan pengjoordinasian (coordinating) serta mengadakan pengawasan (controlling) terhadap orang-orang dan barang-barang, untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan.

Dari pengertian tersebut nampaklah bahwa ada lima fungsi manajemen, yaitu :

  1. Menyusun rencana untuk menjadikan sebagai pedoman kerja (planning)
  2. Menyusun struktur organisasi kerja yang merupakan pembagian wewenang dan pembagian tanggung jawab kepada para personil (karyawan) perusahaan (organizing).
  3. Membimbing, memberi petunjuk dan mengarahkan para karyawan (directing).
  4. Menciptakan koordinasi dan kerja sama yang serasi di antara semua bagian-bagian yang ada dalam perusahaan (coordinating).
  5. Mengadakan pengawasan terhadap kerja para karyawan di dalam merealisasikan apa yang tertuang dalam rencana perusahaan yang telah ditetapkan (controlling).

Sebagaimana di atas telah diutarakan, fungsi (kegunaan) budget yang pokok adalah sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja serta sebagai alat pengawasan kerja. Bilamana dibandingkan dengan fungsi-fungsi manajemen tersebut, nampaklah bahwa anggaran mempunyai kaitan yang sangat erat dengan manajemen, khususnya yang berhubungan dengan penyusunan rencana (planning), pengkoordinasian kerja (coordinating), dan pengawasan kerja (controlling). Dengan demikian maka nampaklah bahwa anggaran adalah alat manajemen untuk membantu manjalankan fungsi-fungsinya.

Oleh karena anggaran ahnyalah sebagai alat bagi manajemen, maka meskipun suatu anggaran telah disusun dengan begitu baik dan begitu sempurna, namun kehadiran manajemen (manajer) masih mutlak diperlukan. Anggaran yang baik dan sempurna tidak akan menjamin bahwa pelaksanaan serta realisasinya nanti juga akan baik serta sempurna, tanpa dikelola oleh tangan-tangan manajemen (manajer) yang terampil dan berbakat. Di samping itu, anggaran sebagai suatu alat masih juga mengandung beberapa kelemahan-kelemahan, antara lain :

  1. Anggaran disusun berdasarkan taksiran-taksiran (forecasting). Betapapun cermatnya taksiran tersebut dibuat namun amatlah sulit untuk mendapatkan taksiran yang benar-benar akurat dan kemudian sama sekali berbeda dengan kenyataannya nanti.
  2. Taksiran-taksiran dalam anggaran disusub dengan mempertimbangkan berbagai data, infoffilasi dan faktor-faktor yang baik controlable maupun yang uncontrolable. Dengan demikian, jika nantinya terjadi perubahan-perubahan terhadap data informasi serta faktor-faktor tersebut akan merubah pula ketetapan taksiran-taksiran yang telah disusun tersebut.
  3. Berhasil atau tidaknya pelaksanaan (realisasi) anggaran sangat tergantung pada manusia-manusia pelaksananya. Anggaran yang baik tidak akan bisa direalisasikan bilamana para pelaksananya tidak mempunyai keterampilan serta kecakapan yang memadai.

Dengan demikian nampaklah bahwa anggaran sebagai suatu alat, ppenggunaannya, modifikasinya serta pelaksanaannya sangat tergantung pada manusia-manusianya. Oleh sebab itulah maka kehadiran manajemen (manajer) mutlak diperlukan bagi perusahaan. Begitu pula halnya dengan perusahaan-perusahaan yang cenderung memandang ke depan, akan selalu memikirkan apa yang mungkin dilakukannya pada masa yang akan datang. Sehingga dalam pelaksanaannya, perusahaan-perusahaan ini tinggal berpegangan pada semua rencana yang telah disusun sebelumnya. Dimana, bagaimana, mengapa, kapan, adalah pertanyaan-pertanyaan yang selalu mereka kembangkan dalam kegiatan sehari-hari.

Apabila pada suatu kesempatan hal ini ditanyakan kepada seorang General Manager yang sukses, maka sering didapatkan jawaban bahwa ide-ide untuk kegiatan pada waktu mendatang pada umumnya didasarkan pada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pada perusahaan manufaktur (pabrik) atau kegiatan akan dilakukan dengan lebih efisien dan tingkat keuntungan akan lebih besar apabila manajemen memperhatikan rencana untuk aktivitas-aktivitasnya di masa depan.

Hubungan yang lain antara anggaran dan manajemen adalah dalam membantu manajemen dalam mengelola perusahaan. Manajemen harus mengambil keputusan-keputusan yang paling menguntungkan perusahaan, seperti memilih barang-barang atau jasa yang akan diproduksi dan dijual, memilih atau menyeleksi langganan, menentukan tingkat harga, metoda-metoda produksi, metoda-metoda distribusi, termin penjualan.

Dalam kaitan dan hubungan antara anggaran dan management yang sangat erat dalam hal penyusunan perencanaan. Dalam hal ini anggaran bermanfaat untuk membantu manajemen meneliti, mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dilakukan. Dengan kata lain, sebelum merencanakan kegiatan manajer mengadakan penelitian dan pengamatan-pengamatan terlebih dahulu. Kebiasaan membuat rencana-rencana akan menguntungkan semua kegiatan. Terutama kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan finansial, tingkat persediaan, fasilitas-fasilitas produksi, pembelian, pengiklanan, penjualan, pengembangan produk dan lain sebagainya.

Dalam bidang perencanaan lain misalnya mengerahkan seluruh tenaga dalam perusahaan untuk menentukan arah atau kegiatan yang paling menguntungkan. Anggaran yanag disusun untuk jangka waktu yang panjang dan schedule yang teratur, akan sangat membantu dalam mengerahkan dengan tepat tenaga-tenaga kepala bagian, salesmen, kepala cabang dan semua tenaga operasional. Dalam menentukan tujuan-tujuan perusahaan menajemen lah yang dapat menentukan tujuannya secara jelas dan logis (dapat dilaksanaka) adalah manajemen yang akan berhasil. Penentuan tujuan ini dibatasi oleh beberapa faktor. Anggaran dapat membantu manajemen dalam memilih; mana tujuan yang dapat dilaksanakan dan mana yang tidak. Dengan disusunnya perencanaan yang terperinci, dapat dihindarkan biaya-biaya yang timbul sehingga membantu dan menyokong tujuan akhir perusahaan yaitu keuntungan yang maksimum.

 

 

 

 

 

  1. HUBUNGAN BUDGET DENGAN AKUNTANSI

Statement or the Accounting Principle Board No. 4, mendefenisikan akuntansi sebagai berikut :

”Accounting is service acthivity. Its function is to provide quantitative information, primaly finance in nature, about economics entities that is intended to be useful in making economic decission in making reasoned choices among alternative course of action”.

            Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa, fungsinya adalah menyediakan data kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat keuangan, dari satuan usaha ekonomi yang digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi, dalam hal inilah alternatif dari suatu keadaan. Untuk menyediakan data, maka setiap transaksi perlu digolongkan, diringkas dan kemudian disajikan dalam bentuk laporan. Dengan demikian jika dihubungkan dengan anggaran, data akuntansi merupakan salah satu sumber utama, hal ini disebabkan akuntansi menyediakan data historis dan actual  yang bersifat keuangan yang memenuhi tujuan analisa dalam pengembangan rencana-rencana perusahaan. Selanjutnya penyesuaian anggaran harus disesuaikan dengan sistem akuntansi yang terdapat dalam perusahaan tersebut, terutama penggolongan transaksi-transaksi dalam perkiraan-perkiraan. Penggolongan transaksi-transaksi dalam perkikraan-perkiraan untuk anggaran harus sama dengan yang ada pada laporan keuangan, dengan maksud agar dapat diperbandingkan sehingga dapat diketahui penyimpangan yang terjadi.

 

  1. HUBUNGAN BUDGET DENGAN STATISTIKA DAN MATEMATIKA

Statistika dan matematika sangat diperlukan untuk menyusun budget. Ketepatan mengadakan taksiran-taksiran (forecasting) disamping tergantung pada kelengkapan tersedianya data, juga tergantung pada ketepatan penggunaan metode statistika dan metode matematika yang dipergunakan untuk mengolah serta menganalisa data tersebut.

Disamping itu analisa-analisa statistika dan matematika juga sangat diperlukan untuk membandingkan budget dengan realisasinya dalam rangka mengadakan penilaian (evaluasi) kerja perusahaan nanti. Dengan demikian nampaklah bahwa statistika dan matematika berhubungan erat, sebagai alat penunjang untuk penyusunan budget (fungsi pedoman kerja) dan untuk mengadakan penilaian (fungsi pengawasan kerja).

 

  1. PROSEDUR PENYUSUNAN BUDGET

Proses Penyusunan Anggaran

Secara garis besar mekanisme penyusunan anggaran berjalan sama dengan pembagian wewenang dan tanggung jawab operasional.

Komisi anggaran umumnya berada langsung di bawah direksi, sebabnya yang utama adalah baik dalam penyusunannya maupun dalam pelaksanaannya, anggaran perlu melibatkan personalia dari berbagai bagian. Dengan mendapatkan komisi anggaran ini secara langsung di bawahnya, maka diharapkan anggaran yang disusun nantinya akan memperoleh dukungan secara penuh dari semua bagian yang ada dalam perusahaan, sehingga anggaran benar-benar akan merupakan alat bagi manajemen untuk menggerakkan serta mengarahkan kegiatan seluruh bagian.

Ä  Organisasi

Departemen Anggaran

            Departemen Anggaran, yang biasanya (tetapi tidak selalu) melapor kepada kontroler korporat, menangani arus informasi dan sistem pengendalian anggaran.

Departemen anggaran melakukan beberapa fungsi berikut ini :

  • Menerbitkan prosedur dan formulir untuk penyusunan anggaran.
  • Mengoordinasikan dan menerbitkan setiap tahunnya asumsi-asumsi dasar tingkat korporat yang akan menjadi dasar untuk anggaran (misalnya: asumsi-asumsi mengenai perekonomian).
  • Memastikan bahwa informasi disampaikan dengan semestinya antar unit organisasi yang saling terkait.
  • Memberikan bantuan bagi pembuat anggaran dalam penyusunan anggaran mereka.
  • Menganalisis anggaran yang diajukan dan memberikan rekomendasi, pertama, kepada pembuat anggaran dan kemudian kepada manajemen senior.
  • Menangani proses pembuatan revisi anggaran selama tahun tersebut.
  • Mengoordinasikan pekerjaan dan departemen anggaran di eselon-eselon yang lebih rendah (misalnya: unit bisnis dari departemen anggaran).
  • Menganalisis kinerja yang dilaporkan terhadap anggaran, menginterpretasikan hasilnya dan membuat laporan ringkasan untuk manajemen senior.

Komite Anggaran

            Komite anggaran terdiri dari anggota-anggota manajemen senior, seperti Chief Executive Officer (CEO), Chief Operating Officer (COO), dan Chief Financial Officer (CFO). Di beberapa perusahaan, CEO membuat keputusan tanpa komite. Komite anggaran melaksanakan suatu peranan yang penting. Komite tersebut meninjau dan menyetujui atau menyesuaikan masing-masing anggaran. Dalam perusahaan besar yang terdiversifikasi, komite anggaran mungkin hanya bertemu dengan eksekutif operasi senior untuk meninjau anggaran dari suatu unit bisnis atau sekelompok unit bisnis.

Ä  Penerbitan Pedoman

Jika suatu perusahaan memiliki proses perencanaan strategis, tahun pertama dari rencana strategis tersebut (yang biasanya disetujui pada musim panas) adalah permulaan dari proses penyusunan anggaran.

Langkah pertama dalam proses penyusunan anggaran adalah mengembangkan pedoman yang mengatur penyusunan anggaran, untuk disebarkan kepada semua manajer. Pedoman ini adalah yang dinyatakan secara implisit dalam rencana strategis dan dimodifikasi sesuai dengan perkembangan yang telah terjadi semenjak disetujui, khususnya kinerja perusahaan sampai tanggal tersebut dan prediksi terakhir. Semua pusat tanggung jawab harus mengikuti sebagian dari pedoman ini, seperti aumsi inflasi secara umum dan inflasi untuk pos-pos tertentu, seperti upah, kebijakan korporat mengenai berapa banyak karyawan yang dapat dipromosikan; kompensasi di tingkat upah dan gaji, termasuk tunjangan, dan kemungkinan untuk membekukan perekrutan. Pedoman lainnya adalah spesifik untuk pusat tanggung jawab tertentu.

Ä  Usulan Awal Anggaran

Menggunakan pedoman tersebut, manajer pusat tanggung jawab, dibantu dengan stafnya, mengembangkan permintaan anggaran. Karena sebagian besar pusat tanggung jawab akan memulai tahun anggaran dengan fasilitas, karyawan, dan sumber daya lain yang sama seperti yang mereka miliki saat ini, maka anggaran ini didasarkan pada tingkatan yang ada, yang kemudian dimodifikasi sesuai pedoman. Perubahan dan tingkat kinerja saat ini dapat diklarifikasikan sebagai (a) perubahan dalam kekuatan eksternal dan (b) perubahan dalam kebijakan dan praktik internal. Perubahan-perubahan tersebut mencakup, tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut ini :

Perubahan dalam Kekuatan Eksternal

  • Perubahan dalam tingkat umum aktivitas ekonomi yang memengaruhi volume penjualan (misalnya: perkiraan pertumbuhan dalam permintaan suatu lini produk)
  • Perkiraan perubahan dalam harga beli bahan baku dan jasa.
  • Perkiraan perubahan dalam tarif upah tenaga kerja.
  • Perkiraan perubahan biaya dan aktivitas diskresioner (misalnya: pemasaran,litbang dan administrasi).
  • Perubahan dalam harga jual. Hal ini biasanya setara dengan jumlah perubahan dalam pengeluaran terkait yang mengasuransikan bahwa perubahan dalam biaya dapat ditutup dalam harga jual karena perubahan-perubahan yang serupa akan dialami oleh pesaing.

Perubahan dalam Kebijakan dan Praktik Internal

  • Perubahan dalam biaya produksi, mencerminkan peralatan dan metode baru.
  • Perubahan dalam biaya diskresioner, berdasarkan anggaran kinerja, antisipasi perubahan dalam beban kerja.
  • Perubahan dalam pangsa pasar dan bauran produksi.

Beberapa perusahaan mengharuskan agar perusahaan-perusahaan spesifik dari tingkat pengeluaran saat ini diklasifikasikan berdasarkan penyebab-penyebab di atas. Walaupun hal ini melibatkan pekerjaan ekstra, hal tersebut merupakan alat yang berguna untuk menganalisis validitas usulan perubahan.

Ä  Negosiasi

Pembuat anggaran mendiskusikan usulan anggaran dengan atasannya. Ini merupakan inti dari proses tersebut. Atasan cenderung untuk menilai validitas dan liar penyesuaian. Biasanya pertimbangan yang memengaruhi adalah bahwa kinerja di tahun anggaran sebaiknya merupakan perbaikan dari kinerja tahun berjalan. Atasan tersebut menyadari bahwa ia akan menjadi pembuat anggaran di tingkat berikutnya dari proses anggaran oleh karena itu, harus siap untuk mempertahankan anggaran yang raJa akhirnya disetujui .

Slack

Banyak pembuat anggaran cenderung untuk menganggarkan pendapatan agak lebih rendah dan pengeluaran agak lebih tinggi, dan estimasi terbaik mereka mengenai jumlah-jumlah tersebut. Oleh karena itu, anggaran yang dihasilkan, adalah target yang lebih mudah bagi mereka untuk dicapai. Perbedaan antara jumlah anggaran dan estimasi terbaik disebut slack. Dalam memeriksa anggaran, atasan berusaha untuk menemukan dan menghilangkan slack, tetapi ini merupakan tugas yang berat.

Ä  Tinjauan dan Persetujuan

Usulan anggaran diajukan melalui beberapa tingkatan yang berjenjang dalam organisasi. Ketika usulan tersebut mencapai puncak dan unit bisnis, analis mengumpulkan potongan-potongan tersebut bersama-sama dan memeriksa totalnya. Sebagian, analis mempelajari konsistensi misalnya, apakah anggaran produksi konsisten dengan rencana volume penjualan ? apakah pusat layanan dan dukungan merencanakan pelayanan yang diminta dari mereka? Sebagian lagi, pemeriksaan tersebut mempertanyakan apakah anggaran tersebut akan menghasilkan laba yang memuaskan. Jika tidak, maka usulan anggaran akan dikirim kembali untuk dikerjakan ulang. Jenis analis yang sama juga terjadi di kantor pusat.

Ä  Revisi Anggaran

Salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan anggaran adalah prosedur untuk merevisi anggaran setelah disetujui. Jelasnya, dapat direvisi sesuai dengan keinginan pembuat anggaran, maka tidak ada gunanya meninjau dan menyetujui anggaran di awal. Di lain pihak, jika asumsi anggaran ternyata menjadi tidak realistis sehingga perbandingan angka aktual terhadap anggaran adalah tidak berarti, maka revisi anggaran mungkin diinginkan.

Ada dua jenis umum revisi anggaran :

  1. Prosedur yang memungkinkan pemutakhiran anggaran secara sistematis (katakanlah, kuartalan)
  2. Prosedur yang memungkinkan adanya revisi dalam keadaaan tertentu.

 

  1. ISI BUDGET

Isi budget sudah seharusnya mencakupn seluruh kegiatan perusahaan, sehingga fungsi budget benar-benar dapat berjalan. Budget menyeluruh tersebut dinamakan budget Komprehensif (Comphrehensive Budget).

Secara garis besar isi dari anggaran komprehensif terdiri dari :

  1. Forecasting Anggaran

Yaitu anggaran yang berisi taksiran-taksiran tentang kegiatan-kegiatan perusahaan dalam jangka waktu tertentu dan taksiran-taksiran tentang keadaan atau posisi financial perusahaan pada suatu saat tertentu di masa yang akan datang.

  1. Variabel Anggaran

Yaitu anggaran yang berisi tentang tingkat perubahan biaya atau tingkat variabelitas biaya. Khusus biaya-biaya yang termasuk kelompok biaya ”semi variabel”, sehubungan dengan adanya perubahan produktivitas perusahaan.

  1. Analisis Statistic dan Matematika

Yaitu analisis yang dipergunakan untuk membuat taksiran-taksiran serta untuk mengadakan penilaian dalam rangka mengadakan pengawasan kerja. Semua analisis tersebut perlu dilampirkan dalam anggaran yang disusun.

 

  1. Laporan Anggaran

Yaitu laporan tentang realisasi pelaksanaan anggaran yang dilengkapi dengan berbagai analisis perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, sehingga dapat diketahui bila ada penyimpangan yang terjadi, dan dapat diambil kesimpulan serta tindak lanjutnya.

Komponen-komponen anggaran Komprehensif secara lengkap adalah :

  1. SUBSTANTIVE PLAN (RENCANA RIIL)

Substantive plan merupakan rencana yang mencerminkan materi-materi yang ingin dicapai perusahaan secara formal baik yang dinyatakan secara umum maupun secara khusus. Substantive plan merupakan strategi yang dipakai perusahaan yang disesuaikan dengan nilai-nilai yang dipegang oleh perusahaan. Aktivitas yang termasuk dalam kategori substantive plan adalah :

  1. Tujuan umum perusahaan
  2. Tujuan khusus perusahaan
  3. Strategi perusahaan
  4. Instruksi rencana manajer eksekutif

 

  1. FINANCIAL PLAN (RENCANA KEUANGAN)

Financial plan adalah penjabaran dari semua materi yang dituangkan dalam substantive plan ke dalam suatu anggaran yang berdimensi keuangan dalam jangka waktu atau periode waktu tertentu. Financial plan mengkuantifisir tujuan, rencana dan kebijakan perusahaan secara lebih terperinci. Berdasarkan jangka waktunya, Financial plan dibagi menjadi anggaran jangka panjang (strategic plan) dan anggaran tahunan (tactical plan).

 

  1. TUJUAN DAN MANFAAT ANGGARAN

 

  1. A.    TUJUAN ANGGARAN

v  Digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan investasi dana.

v  Memberikan batasan atas jumlah dana yang dicari dan digunakan

v  Merinci jenis sumber dana yang dicari maupun jenis investasi dana sehingga dapat memudahkan pengawasan

v  Merasionalkan sumber dana dan investasi dana agar dapat mencapai hasil yang maksimal.

v  Menyempurnakan rencana yang telah disusun karena dengan anggaran, lebih jelas dan nyata terlihat

v  Menampung dan menganalisis serta memutusakan setiap usulan yang berkaitan dengan keuangan.

  1. B.     MANFAAT ANGGARAN

ü  Segala kegiatan dapat terarah pada pencapaian tujuan bersama.

ü  Dapat digunakan sebagai alat penilaian kelebihan dan kekurangan pegawai

ü  Dapat memotivasi karyawan karena ada tujuan/sasaran yang akan dicapai

ü  Menimbulkan rasa tanggung jawab pegawai

ü  Menghindari pemborosan dan pembayaran yang kurang perlu

ü  Sumber daya yang dapat dimanfaatkan seefisien mungkin.

  1. KEGUNAAN DAN KETERBATASAN ANGGARAN

 

  1. Kegunaan Anggaran
  • Menyelaraskan rencana strategik. Penyusunan anggaran didasarkan pada hasil/kinerja organisasi periode sebelumnya. Anggaran memperlihatkan kinerja organisasi secara keseluruhan or unit bisnis.
  • Alat koordinasi antar kegiatan dari berbagai bagian organisasi. Setiap manajer berpartisipasi dalam penyusunan anggaran. Untuk menguji konsistensi antar anggaran dengan anggaran induk, setelah anggaran masing-masing kegiatan dikumpulkan.
  • Memberi tanggung jawab kepada manajer, untuk mengotorisasi jumlah yangg dapat mereka gunakan dan untuk memberitahu hasil yg diharapkan.
  • Dasar untuk evaluasi kinerja. Dlm post laba, anggaran menetapkan tanggung jawab pada area fungsional (ex : marketing). Dalam area fungsional, anggaran menetapkan tanggung jawab pada post pertanggungjawaban individual (spt: kontroler penjualan regional dalam marketing).

 

 

  1. Keterbatasan Anggaran
  • Dalam banyak kejadian, anggaran cenderung terlalu menyederhanakan fakta situasi nyata di lapangan.
  • Terlampau menekankan hasil (Yi: laba bersih sesungguhnya dibandingkan dengan jumlah laba yang dianggarkan), namun bukan pada sebab musababnya.
  • Tema partisipatif pada anggaran menuntut dukungan penuh dan keterlibatan manajemen.
  • Dapat menggerogoti inisiatif manajemen dengan menghalangi perkembangan dan tindakan baru yang tidak tercakup dalam anggaran.
  • Proses penganggaran bukanlah ilmu murni dan pertimbangan yang baik memainkan peran esensial.

 

 

 

 

 

4 comments on “

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: